Kamis, 28 Januari 2016

Laporan Praktikum Termokimia

Laporan Praktikum KIMIA FISIK 1 Termokimia

Laporan Praktikum
KIMIA FISIK 1
Termokimia
f
Di susun oleh
  
Nama                                       : Rosanni Sinurat
Nim                                         : 1416150011
Dosen pembingbing                : Leony.S.L.Purba Mpd.
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Indonesia
A.Judul Percobaan         : Termokimia
B.Tujuan Percobaan      :• Menganalisis perubahan entalpi yang terjadi
• Mengidentifikasi persamaan pada suatu reaksi kimia
• Mengidentifikasi apakah yang terjadi adalah perubahan eksoterm atau endoterm
• Mengukur perubahan entalpi (ΔH) menggunakan Kalorimeter sederhana
C.Dasar Teori
                                      Termokimia adalah cabang dari termodinamika karena tabung reaksi dan isinya membentuk sistem. Jadi, kita dapat mengukur energi yang dihasilkan oleh reaksi sebagai kalor yang dikenal sebagai q, bergantung pada kondisinya apakah dengan perubahan energi dalam atau perubahan entalpi. (Atkins, 1999)
Termokimia mempelajari perubahan panas yang mengikuti reaksi kimia dan perubahan-perubahan fisika(pelarutan, peleburan, dan sebagainya). Satuan tenaga panas biasanya dinyatakan sebagai kalor, joule, atau kilokalori. (Sukardjo, 1997)
        Reaksi kimia yang menyangkut pemecahan dan atau pembentukkan ikatan kimia selalu berhubungan dengan penyerapan atau pelepasan panas. Panas reaksi adalah banyaknya panas yang dilepaskan atau diserap ketika reaksi kimia berlangsung. (Bird, 1993)
o Entalpi
Perubahan entalpi pada saat sistem mengalami perubahan fisika atau kimia biasanya dilaporkan untuk proses yang terjadi pada sekumpulan kondisi standar. Dalam banyak pembahasan kita akan memperhatikan perubahan entalpi standar ∆H0 yaitu perubahan entalpi untuk proses yang zat awal dan akhirnya ada dalam keadaan standar. (Atkins, 1999)

        Reaksi eksotermik adalah reaksi yang melepas panas. Jika reaksi berlangsung pada suhu tetap, berdasarkan perjanjian ∆H akan bernilai negatif karena kandungan panas dari sistem akan menurun. Sebaliknya, pada reaksi endotermik yaitu reaksi yang membutuhkan panas, berdasarkan perjanjian ∆H akan bernilai positif. (Bird, 1993)

        Panas dilepaskan ke lingkungan atau diterima dari lingkungannya sekitar oleh sistem dalam isohorik atau isobarik dan apabila suhu pertama sama dengan suhu kedua kondisi ini disebut isotermal kalor reaksi. Syarat berikut yang harus dilakukan saat proses berlangsung : a) suhu dari produk dan reaktan harus sama, b) semua jenis kerja harus dimasukkan pada proses reaksi. Perubahan panas ditunjukan oleh perubahan kalorimeter. (Aleksishvili dan Sidamonidze, 2002).

Qv = - Cv cal × Δtcal ...(1)

o Panas Reaksi
Panas reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan energi, produk, dan reaktan pada volume konstan (∆E) atau pada tekanan konstan (∆H). Panas reaksi dapat dinyatakan dengan kalorimeter. Harga ∆E diperoleh apabila reaksi dilakukan dengan kalorimeter bom, yaitu pada volume konstan dan ∆H adalah panas reaksi yang diukur pada tekanan konstan, dalam gelas piala atau labu ukur yang diisolasi. Karena proses diperinci dengan baik maka panas yang dilepaskan hanyalah fungsi-fungsi keadaan yaitu Qp = ∆H atau Qv = ∆E. Besaran ini dapat diukur oleh persamaan : (Dogra dan Dogra, 1990)

Q = ΔE atau ΔH = T1 T2 Δ Ci (produk, kalorimeter) dT ...(2)

Dimana Ci dapat berupa Cv untuk pengukuran E dan Cp untuk H. Dalam banyak percobaan, Ci untuk kalorimeter dijaga tetap konstan. Panas reaksi dapat dibedakan menjadi: (Bird, 1993)
Ø Panas pembentukan

Entalpi pembentukan molar standar (∆Hf) suatu senyawa adalaha banyaknya panas yang diserap atau dilepaskan kerika 1 mol senyawa tersebut dibentuk unsur-unsurnya dalam keadaaan standar.

Ø Panas pembakaran
Panas pembakaran suatu unsur atau senyawa adalah banyaknya panas yang dilepaskan ketika 1 mol unsur atau senyawa tersebut terbakar sempurna dalam oksigen.

Ø Panas netralisasi
Panas netralisasi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dilepas ketika 1 mol air terbentuk akibat reaksi netralisasi asam oleh basa atau sebaliknya. Panas netralisasi terjadi dalam larutan asam kuat dan basa kuat dengan sedikit air ternyata berharga konstan. Hal ini disebabkan karena asam kuat dan basa kuat akan mudah terdissosiasi sempurna dalam bentuk ion di dalam larutan.

Ø Panas pelarutan
Jenis panas reaksi yang lain adala panas yang dilepas atau diserap ketika 1mol senyawa dilarutkan dalam pelarut berlebih yaiyu sampai suatu keadaan dimana pada penambahan pelarut selanjutnya tidak ada panas yang diserap atau dilepaskan lagi. Panas pelaruta ada 2 macam yaitu panas pelarutan integral dan panas pelarutan differensial. Besarnya panas pelarutan bergantung pada jumlah mol pelarut dan zat terlarut.

Ø Panas pengenceran
Panas pengenceran adalah banyaknya panas yang dilepaskan atau diserap ketika suatu zat atau larutan diencerkan dalam batas konsentrasi tertentu.
D.Alat dan Bahan.
ü Nama Alat
No
Nama Alat
Ukuran
Jumlah
1
2
3
4
5
6
7
8
Gelas kimia
Kalorimeter
Termometer
Batang pengaduk
Corong
Gelas ukur
Labu ukur
Timbangan
100 ml
500ml
sedang
sedang
sedang
sedang
500 ml
50 ml
sedang
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
3 buah
2 buah
1 buah
ü Nama Bahan
No
Nama Bahan
Konsentrasi
Jumlah
1
2
3
Air
NaOH
HCl
1 M
1 M
22 ml
50 ml
22 ml
E.Prosedur Kerja
1.Masukkan NaOH (1M) 25 ml ke dalam tabung reaksi.Perhatikan suhu termometer ukur suhu Awal dan suhu Akhir 
2.Masukkan NaOH yang sudah di ukur ke dalam kalorimeter 
3.Masukkan HCl (1M) 25 ml ke dalam tabung reaksi.Perhatiakn suhu awal dan suhu akhir.
4.Masukkan HCl (1M) 25 ml ke dalam kalorimeter yang berisi NaOH.Perhatikan suhu awal dan suhu akhir.
F.Gambar Percobaan.
d






   G.Data Pengamatan            :
No.
Bahan Percobaan
Pengamatan
Keterangan (ekso/endo)
T-awal
T-akhir
Ciri reaksi kimia
1.
 NaOH (1M) 25 ml 
30o
61o
 suhu semakin panas.
Eksoterm
2.
HCl (1M) 25 ml
30o
31o
suhu semakin panas.
Eksoterm
3.
 NaOH +HCl
30o
62o
Suhu semakin menurun
Eksoterm
H.Hasil dan Pembahasan

Menentukan perubahan reaksi eksoterm dan endoterm.
Pada reaksi diatas mula-mula NaOH bersuhu 30o setelah NaOH(aq) di masukkan ke dalam tabung reaksi kemudian di ukur suhunya  bertambah menjadi 61o, kenaikan suhu 31o yang berarti pada reaksi ini suhu campuran reaksi akan naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan akan turun. Selanjutnya, sistem melepaskan kalor ke lingkungannya. Jadi dapat disimpulkan pada reaksi ini termasuk jenis reaksi eksoterm.
Pada reaksi diatas termometer dengan suhu 29o kemudian HCl di masukkan ke dalam tabung reaksi dengan suhu 33o, kenaikan suhu 4o Jadi dapat disimpulkan pada reaksi ini juga termasuk jenis reaksi eksoterm.
 Reaksi Eksoterm dan Endoterm
1.  Reaksi Eksoterm
·         Reaksi yang membebaskan kalor
·         Suhu sistem > suhu lingkungan
·         Kalor berpindah dari sistem ke lingkungan
·         Disertai kenaikan suhu
·         Penulisan persamaan reaksinya :
A + B → C dibebaskan kalor 10 kj (misalnya)
A + B → C           +10kj (dibebaskan kalor)
Reaktan = produk +10kj
r             > p
∆H         = Hp – Hr
                 Kecil – Besar
∆H = – (negatif)
2.  Reaksi Endoterm
·         Reaksi yang memerlukan kalor
·         Suhu sistem < suhu lingkungan
·         Kalor berpindah dari lingkungan kesistem
·         Disertai penurunan suhu
·         Penulisan persamaan reaksinya :
A + B +25kj → C
A + B → C -25kj
r                = p-25kj
r                < p
∆H            = Hp– Hr
                 Besar – Kecil
∆H            = positif (+)
d

H.Kesimpulan                       
      
Kalorimeter adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau dibebaskan sistem. Data H reaksi yang terdapat pada tabel-tabel pada umumnya ditentukan secara kalorimetri. Kalorimeter sederhana dapat dibuat dari wadah yang bersifat isolator (tidak menyerap kalor). Sehingga wadah dianggap tidak menyerap kalor pada saat reaksi berlangsung.
Setelah pemaparan materi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa reaksi eksoterm adalah reaksi dengan sistem melespakan kalor ke lingkungannya, yang mengakibatkan suhu meningkat. Sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi kimia dengan system menyerap kalor dari lingkungannya, yang mengakibatkan suhu menurun.
Pengukuran suhu adalah ukuran atau bilangan yang menunjukka panas atau dinginnya suatu bahan.Panas atau kalor adalah bilangan yang menunjukkan berapa kalori yang dibutuhkan/dipindahkan dari suatu bahan apabila terjadi proses pindah panas.
          Untuk mencari perubahan entalpi suatu reaksi,kita perlu mencari kalor yang di hasilkan atau di butuhkan dalam reaksi tersebut serta jumlah mol larutan yang bereaksi
          Untuk mencari kalor reaksi,kita perlu mencari perubahan suhu pada reaksi dan massa larutan.
 
I.Lampiran



DAFTAR PUSTAKA
Purwandari, Endhah. 2013. Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Jember : Universitas Jember.
Purwoko dan Fendi. 2007. Fisika SMA / MA Kelas X. Jakarta : Yudhistira.
Sunaryono dan Ahmad Taufiq. 2010. Super Tips dan Trik Fisika SMA. Jakarta : KAWAHmedia.
Wahyuni, Sri. 2010. Modul Termodinamika FKIP Universitas Jember. Jember : Universitas Jember.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar